Kamis, 27 Oktober 2011

Bukan Kau yang Kau Harapkan

Saat kau tahu, dalam tubuhmu yang kau dan orang lain anggap baik-baik saja ternyata ada sesuatu yang mengancam hidupmu disana. Lalu, bagaimana reaksimu? apakah kau akan tetap merasa baik-baik saja seperti biasa tidak ada apa-apa. Atau kau akan sedih dan terpuruk, memikirkan dengan keras mengapa hal itu bisa terjadi dan mengapa kau yang harus mengalaminya. Lebih buruk lagi, apakah kau akan berpikir untuk menghabisi sisa hidupmu sekarang? Baiklah, ini untukmu yang harus mengetahui fakta yang pahit dalam hidupmu.
Divonis mengidap suatu penyakit meski hanya gejala, namun itu sangat menyedihkan. Kau tahu mengapa? karena penyakit yang datang adalah penyakit yang belum banyak ditemukan obatnya. Bahkan, 90% penderita penyakit tersebut di dunia tidak tertolong nyawanya dan kau mengalaminya. Kau merasa baik-baik saja saat sebelum kau menerima hasil pemeriksaan yang kau lakukan tempo hari.
Namun semua berubah, atmosfer hidupmu berputar 180 derajat dari biasanya ketika kau tahu bahwa kau menderita penyakit yang cukup mematikan.
Sungguh, pasti itu sangat menyedihkan. Betapa kau tidak mengira selama ini ada hal kecil bersarang ditubuh mungilmu yang mungkin cukup lama kau melewatkannya. Atmosfer hidupmu kini menjadi semi kelabu karena sebagian dari pikiran dan hidupmu kau habiskan untuk memikirkan apa yang menjadi berita besar bagimu. Ya, berita yang sangat tidak ingin kau dengar.
Sangat dimengerti, kau pasti tidak ingin semua orang tahu kau begitu bukan? Karena, tidak semua orang dapat menerimanya. Begitu menurutmu. Terlebih dengan orang-orang yang sangat dekat denganmu, dengan orang yang sangat kau cintai. Kau pasti tidak ingin mengatakan hal buruk ini pada mereka. Bagaimana jika setelah mereka tahu, mereka lalu menjauh dari hidupmu? Begitu sekiranya batinmu berbicara.
Kau saat ini telah cukup dewasa untuk dapat berpikir tidak akan menghabisi hidupmu dengan cara yang sangat tidak diharapkan. Kau saat ini telah cukup dewasa untuk berani mengatakan hal yang kau alami pada orang-orang terkasihmu, pada orang yang kau cintai. Namun, batinmu selalu menolak. kau takut sesuatu yang lebih buruk dari atmosfer kelabumu ini terjadi.
Pilihan. Semua itu pilihan yang ada ditanganmu. Apakah kau merasa harus memberitahu hal ini, hal yang sangat tak terduga pada mereka? atau akan kau simpan baik-baik sebagai rahasia yang paling mengerikan dalam hidupmu. Itu adalah hak dalam dirimu, kau yang berhak memutuskan.
Tuhan tidak pernah memberi cobaan pada hambaNya jika Ia tahu bahwa hambaNya tidak akan mampu melaluinya. Tuhan memiliki obat yang paling mujarab di seantero dunia meski penyakit itu mematikan sekalipun, meski obat yang terbaik adalah kau harus menemuiNya.
Selama kau masih percaya Tuhan ada bersamamu, kau tidak akan merasa sendiri dan tidak akan pernah putus asa.
Bukan kesedihan yang ingin dilihat oleh mereka yang sayang padamu, mereka yang kau sayang. Akan tetapi, mereka ingin terus bersamamu dengan keceriaan seperti biasanya.
Untukmu, untuk diriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

sopan ya cemans :)