Seseorang dalam mimpiku bertanya "kalau sekarang ini adalah waktunya kau mati, bagaimana? apakah kau siap?"
Tidak! Jelas aku belum siap mati meninggalkan segalanya di dunia ini, terlebih aku belum memiliki bekal yang cukup untuk ku bawa berhadapan denganNya. Jawabku cepat.
Tapi bagaimana jika saat ini adalah benar takdirmu untuk meninggalkan dunia dan segala isinya? dia seseorang yang tidak ku kenal kembali bertanya. Aku diam. Tenggorokanku serasa terikat tidak mampu mengeluarkan sepatah kata, bahkan untuk bernapaspun aku sulit.
Sejenak aku sadar melihat sekitarku gelap, hitam hanya ada aku dan seorang yang tidak ku kenal. Aku mencoba meraih tangan orang itu yang berjalan menjauhiku. Tubuhku kaku, tanganku tak dapat ku gerakkan, aku tak bisa menjangkau tubuhnya, sekalipun ku coba untuk menarik lengan bajunyatetap tidak bisa.
Dia berjalan terus menjauhiku, mencoba meninggalkanku. Aku takut, sangat takut saat itu. Tempat ini tak biasa, tak pernah ku kunjungi sebelumnya. Dimana ini? apakah hanya ada aku disini?
Tempat itu sangat luas, seperti lapangan atau padang rumput mungkin jika terang. Tapi ini tak ada cahaya.
Aku mencoba berjalan pelan karena takut menabrak sesuatu, tapi sepertinya tak ada barang apapun disana, dan tak ada seseorang selain aku dan dia yang entah telah pergi kemana. Aku mencoba memanggil semua orang yang mungkin ada disana, pikirku. Aku berteriak sekuat tenaga samapai tenggorokanku kering, namun tak ada satupun jawaban yang ku dengar. Aku takut sekali saat itu dan kuhentikan langkahku.
Aku berhenti dan duduk disana, ditempat gelap yang aku tak tahu dimana. Aku menangis sejadi-jadinya, bertanya ada apa ini..mengapa aku terjebak dalam tempat seperti ini. Aku berpikir tentang pertanyaan seseorang yang tak sadar telah membawaku ke tempat ini dan kemudian meninggalkanku sendiri hanya dengan menitipkan senyum kecil yang aku sendiri tak tahu artinya.
Aku menangis lagi, teringat segala yang kutinggalkan. Aku memohon kepadaNya keluarkan aku dari tempat ini, karena aku sangat ketakutan dan lelah. Aku ingin kembali kedalam keadaan normal dan baik-baik saja.
Tiba-tiba ku lihat seseorang datang menghampiriku dari arah samping. Ternyata dia kembali, orang yang tak ku kenal. Dia tersenyum, sejuk sekali saat itu rasanya. Dia hanya menganggukkan kepala sebagai tanda mengajakku pergi dari tempat itu. Akupun mengikutinya.
Masih gelap gulita, aku berjalan dibelakangnya. Hening, tak ada percakapan antara aku dan dia. Aku mencoba memulainya, bertanya siapa dia, ada apa dengan semua ini, dan mengapa dia mengajakku ke tempat ini. Diam. Dia hanya diam tanpa jawaban dan menoleh ke arahku sambil tersenyum. Aku bingung.
Lalu sampailah kami disuatu tempat yang aku dapat melihat cahaya disana. Langkahku terhenti seketika saat orang itu juga menghentikan langkahnya. Aku mengajaknya kesana, ke arah cahaya itu. Dia tersenyum lagi dan berkata "ikutilah cahaya itu, masuklah kedalamnya" lalu sebelum sempat aku bertanya, dia telah berjalan pergi meninggalkanku sendiri lagi. Apa maksud dari semua ini.
Aku menuruti katanya untuk mengikuti cahaya itu, namun belum sampai aku bisa mengikutinya, cahay itu tiba-tiba bersinar sangat menyilaukan hingga aku tak kuat melihatnya dan akhirnya aku jatuh pingsan. Saat aku terbangun dari pingsanku, keadaan kembali normal, aku terjaga dari tidurku. Bangun, kemudian istighfar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
sopan ya cemans :)