Bukankah kita sudah berjanji akan terus bersama selamanya? Seingatku, kau dan aku pernah berjanji untuk setia menemani dalam keadaan susah maupun senang, sakit dan sehat. Tapi mengapa sekarang kau pergi meninggalkanku untuk sesuatu yang aku sungguh tak ingin mendengarnya.
Aku ingat sekali pagi itu kau pergi menemuiku yang terbaring di sebuah kamar rawat rumah sakit seperti hari-hari sebelumnya. Dengan tersenyum kau membuka pintu kamar pelan dan membawakanku serangkaian bunga yang indah dan wangi. Datang kau menghampiriku dan membelai rambutku, lembut sekali berkata "cepat sembuh, sayang...aku menunggumu setiap hari dan tidak akan pernah pergi sedetikpun dari hatimu."
Sungguh saat itu aku merasa sangat nyaman dan sepertinya aku bisa sembuh cepat walau ku tahu penyakitku ini sulit untuk disembuhkan. Aku tersenyum melihat matamu yang tak pernah lepas menatapku. Dan kau duduk tepat disamping tempatku berbaring, memberiku beberapa potong buah yang juga kau bawakan untukku, memberiku cerita sebagai penyemangat diriku yang saat itu genap satu minggu terbaring di rumah sakit.
Aku menikmati saat itu, merasakan kehangatan kasih sayangmu padaku sampai saat sore kau pergi dan berkata "besok, aku akan kembali lagi menemanimu disini. Cepat sembuh, sayang" kau pergi setelah mengecup lembut keningku dan tersenyum. Menyejukkan.
Keesokan harinya saat itu sudah lewat sore hari tapi aku tak melihatmu ada disini menemaniku seperti hari kemarin. Ku lihat hari ini tak ada satupun kabar yang datang dari dirimu padaku atau keluargaku. Ku coba menghubungi ponselmu, namun tak ada jawaban. Ku pikir hari itu kau sangat sibuk dan kelelahan sampai kau tak bisa datang menemaniku dan harus mematikan ponselmu.
Hari berikutnya aku kembali menunggumu ditempat yang sama, namun tetap seperti kemarin. Kau tidak datang dan tak ada kabar. Aku mulai khawatir denganmu, apakah kau sakit atau kecelakaan saat pulang dari menemaniku? aku bertanya dalam hati. Cemas.
Hari ketiga kau kembali tak menampakkan diri di depan mataku. Hari itu aku masih terbaring di rumah sakit dan mengharapkan kau datang. Namun tidak juga, hingga saat itu jam menunjukkan pukul tujuh malam dan ponselku berbunyi. Pesan singkat darimu "Maaf, aku tak bisa lagi datang untuk menemani hari-harimu. Aku harus pergi dari dirimu karena aku harus pergi dengan orang lain. Tolong jangan mencariku karena kau tak akan menemuiku. Pesanku, kau harus sehat seperti biasanya dan carilah orang lain sebagai penggantiku yang tentu lebih baik dariku. Terimakasih kau telah banyak mengajarkanku tentang arti hidup yang selama ini tak ku ketahui."
Sungguh sangat menyakitkan. Bukankah kita sudah berjanji akan terus bersama selamanya? Seingatku,
kau dan aku pernah berjanji untuk setia menemani dalam keadaan susah
maupun senang, sakit dan sehat. Tapi mengapa sekarang kau pergi
meninggalkanku untuk sesuatu yang aku sungguh tak ingin mendengarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
sopan ya cemans :)